Keraton Jamu Logo
KERATON JAMU
Balai Studi Herbal & Kebugaran Pria
KERATON JAMU INDONESIA • PUSAT STUDI HERBAL

6 Ramuan Stamina & Vitalitas Raga

Komposisi Herbal Unggulan Nusantara Berstandar Fitofarmaka & Pengujian BPOM

FORMULASI TRADISI ILMIAH

Kekayaan Fitokimia Rimpang Nusantara

Alam nusantara menyimpan keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia. Untuk memelihara vitalitas dan ketahanan fisik pria dewasa secara alami tanpa efek ketergantungan atau jantung berdebar, para ahli botani Keraton Jamu memadukan 6 elemen botani unggulan:

Akar Pasak Bumi dan Purwoceng

1. Pasak Bumi Kalimantan (Eurycoma longifolia)

Mengandung glikoprotein bioaktif dan kuasinoid (eurycomanone) yang telah dibuktikan melalui berbagai uji klinis mampu merangsang sintesis energi seluler (ATP) dan mempertahankan kadar kebugaran tubuh pria dari kelelahan kronis.

Seduhan Cabe Jawa dan Jahe Merah

2. Purwoceng Dataran Tinggi Dieng (Pimpinella pruatjan)

Tumbuh endemik di ketinggian 2.000 meter dpl. Kaya akan turunan furanokumarin dan saponin alami yang bekerja sebagai tonikum adaptogenik untuk menghangatkan badan dan memperkokoh stamina pria.

3. Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl)

Bahan rempah legendaris keraton yang kaya akan piperin murni. Piperin memperlebar diameter kapiler perifer secara lembut, mengoptimalkan penghantaran oksigen ke seluruh organ tubuh, dan melancarkan peredaran darah.

4. Jahe Merah Kudus (Zingiber officinale var. rubrum)

Mengandung kadar gingerol dan shogaol tertinggi dibanding jahe gajah maupun jahe emprit. Bekerja sebagai antiinflamasi alami untuk meredakan pegal linu, kebas otot, serta rasa lelah sehabis seharian bekerja keras.

5. Temulawak Banyuwangi (Curcuma xanthorrhiza)

Sumber kurkuminoid dan xanthorrhizol terbaik. Berkhasiat melindungi fungsi liver (hepatoprotektor), menyegarkan pencernaan, dan memastikan penyerapan nutrisi berjalan maksimal sehingga badan terasa fit dan segar.

6. Madu Hutan Liar Sumbawa (Apis dorsata)

Madu murni dari hutan lindung Pulau Sumbawa dengan kadar antioksidan fenolik tinggi. Bertindak sebagai pembawa (carrier) alami yang mempercepat bioavailabilitas zat aktif herbal ke peredaran darah.

Aturan Minum & Tata Cara Konsumsi yang Dianjurkan

Untuk memperoleh manfaat kebugaran raga yang optimal dan berkelanjutan, perhatikan panduan konsumsi jamu berikut:

  • Seduh ekstrak jamu menggunakan air hangat matang (suhu 60–70°C) agar zat aktif tidak rusak.
  • Waktu konsumsi paling ideal adalah pagi hari setelah sarapan ringan atau 1 jam sebelum beristirahat malam.
  • Hindari minum jamu bersamaan dengan teh pekat, kopi, atau minuman bersoda agar absorpsi usus tidak terhambat.
  • Konsisten dikonsumsi secara teratur selama 14 hingga 30 hari untuk pembentukan ketahanan fisik yang stabil.